Hari ini saya baru saja menonton film "How To Be Single". Film Amerika ber-genre drama dan komedi. Mengisahkan seorang wanita bernama Alice (Dakota Johnson) berusaha mencari jadi diri, sehingga memutuskan untuk istirahat sejenak dari hubungan romantisme-nya bersama Josh (Nicholas Braun) dan pindah ke New York. Bekerja di New York, Alice berkenalan dengan teman kerjanya Robin (Rebel Wilson), yang kemudian mengajarkan bagaimana menjadi lajang. Mendapatkan minuman gratis dan bertemu banyak pria. Alice sadar bahwa hal tersebut tak sesuai dengannya, dia berusaha kembali pada Josh, namun Josh telah bertemu wanita lain. Dan dia harus belajar menjadi lajang sesungguhnya.
Film ini menyentuh saya, well i'm not single anymore, and i miss to be really truly single. It doesn't mean that being in relationship is boring, but couldn't as free-able as single indeed. Di akhir kisah, film ini mengajarkan saya bahwa menjadi lajang adalah kesempatan untuk belajar lebih banyak tentang banyak hal, terutama hal-hal yang diri sendiri inginkan, untuk menjadi berani dalam kesendirian, menjadi kuat, untuk menikmati setiap waktu yang dimiliki menjadikan diri lebih bernilai. Hal ini membuat saya berfikir tentang masa depan yang saya inginkan, tentang menjadi diri saya sendiri.
Film ini menyentuh saya, well i'm not single anymore, and i miss to be really truly single. It doesn't mean that being in relationship is boring, but couldn't as free-able as single indeed. Di akhir kisah, film ini mengajarkan saya bahwa menjadi lajang adalah kesempatan untuk belajar lebih banyak tentang banyak hal, terutama hal-hal yang diri sendiri inginkan, untuk menjadi berani dalam kesendirian, menjadi kuat, untuk menikmati setiap waktu yang dimiliki menjadikan diri lebih bernilai. Hal ini membuat saya berfikir tentang masa depan yang saya inginkan, tentang menjadi diri saya sendiri.
Bukan berarti saya tak menginginkan dia, saya tetap menginginkannya, hanya saja saya merasa januh. Saya tak mau terpuruk melakukan pekerjaan yang tidak saya sukai, saya ingin tetap merencanakan masa depan saya. Ya, bukan kami, karna dia pasti memiliki keinginnnya sendiri. Dan hal tersebut diluar kuasa saya. Ehm, well i'm planning~