Dia bermalam di kamar saya, kami tidur sampai siang hari. Tak ada yang terjadi, hanya tidur, tidur pulas seperti bayi, tak ada kekhawatiran apapun, semua terasa sempurna.
Kami terbangun karna lapar. Entah apa yang dia fikirkan, dia langsung mengajak saya keluar untuk makan. Saat saya tanya kemana tujuan kami, dia menjawab masih berfikir sambil terus berjalan. Yang kemudian saya temukan sebagai keunikan darinya, terkadang dia spontanitas tanpa rencana, dan ya saya menyukai hal ini, walau kadang membuat kesal. hahaha.
Kami berjalan hingga sekitar 10-15 menit, sebuah kawasan restoran yang belum pernah saya lewati dan perhatikan sebelumnya. Di sana berderet beberapa restoran yang cukup besar dengan masakan beragam. Kami masuk ke salah satu restoran yang menyajikan makanan negaranya, Jepang. Hampir tidak ada pengunjung di restoran itu, hanya sekitar 2-3 orang selain kami. Setelah memesan makanan, kami menunggu di lantai dua.
Sebenarnya saya sedikit kesal waktu itu, pasalnya saya ingin makan makanan lain. Selain itu, harga makanan disana cukup mahal jika dihitung dari pandangan seorang pelajar. Hanya saja rasa penasaran saya lebih besar, penasaran dengan kelakuan pria di depan saya itu. Makanan kami datang cukup lama saat itu, saya memesan omelette rice dan dia memesan bento tonkatsu. Well, upset again, makanan saya berwadah mangkuk dan terlihat lebih mirip tamago-buri dari pada omelette rice (belakangan saya tahu bahwa memang ada omelette rice seperti itu di Jepang, hanya saja seharusnya menggunakan piring bukan mangkuk). Dia? dia beitu senang saat makanannya datang. Lucunya tiba-tiba dia meminta saya memfotonya yang sedang makan, hahaha. Belakangan saya tahu bahwa dia suka makanan katsu, walau dia mengaku suka semua makanan.
Di tengah-tengah acara makan kami, hujan turun sangat lebat. Saya pribadi sebenarnya tak memusingkan hal itu, toh kami sedang makan dan bisa menunggu sampai hujan reda, tak terburu-buru. Setelah selesai makan, hujan tak menunjukan tanda-tanda berhenti. Dia tiba-tiba bertanya bagaimana kalau dia meminta temannya datang dengan payung lalu kita pergi bermain bersama, saya mengiyakan.
Temannya datang, wanita, lebih muda dari pada saya, sudah dekat dengan dia dari tahun sebelumnya. Intinya tak ada alasan saya cemburu pada wanita ini. Kami pergi ke karaoke bersama, well it's totally strange for me! Pasalnya saya tak dekat dengan temannya ini, dan tiba-tiba saja karaoke bersama?! It was one of my wonderful days! hahaha.
No comments:
Post a Comment