Friday, July 29, 2016

Jatuh Sakit

Beberapa hari setelah status baru dengannya, saya jatuh sakit. Awalnya hanya merasa kelelahan yang luar biasa. Namun, sepertinya karna tidak istirahat dan makan dengan baik, suhu tubuh saya kemudian meningkat. Saya demam.

Demam semulanya wajar. Oleh karenanya, saya masih merasa belum perlu meminum obat, pasalnya saya tidak suka efek samping obat, sering kebelakang, pahit di lidah, dan tubuh yang mudah berkeringat. Dan seringnya minum obat, dapat meningkatkan kekebalan tubuh kita pada obat itu sendiri, yang kemudian perlunya penambahan dosis obat. Itu berarti semakin sering kita minum obat, semakin bertambah dosis yang kita perlukan dikemudian hari.

Saya tidak minum obat awalnya, dan tidak menjaga kesehatan makanan saya juga, yang kemudian mengakibatkan badan saya semakin drop. Dia mulai menceramahi saya dan mencekoki saya dengan obat penurun panas. Saya yang sebelumnya menentang, sudah tak dapat menghiraukannya, mau tak mau saya minum obat juga. Ini obat dari negaranya. Obatnya bereaksi cepat, badan saya kemudian sama sekali tak terasa panas, malahan dingin seperti badan yang bangun pagi di musim dingin. Hebat sekali obat itu, pikir saya. Oleh karena nya, saya fikir saya tak perlu khawatir lagi, saya menjalani rutinitas seperti biasanya.

Esok paginya, dia ada urusan di kota ayahnya. Meninggalkan saya beberapa obat, dia kemudian pergi dan saya istirahat. Namun, karna saya tinggal sendiri dan tidak mau merepotkan orang lain, saya pergi keluar untuk membeli makan siang. Yang berujung sedikit jalan-jalan ke mini market. Setelah makan siang, beberapa teman saya datang menjenguk, kami mengobrol dan bercanda sebentar hingga petang.

Saat menjelang malam, saya merasa aneh dengan tubuh saya, awalnya saya merasa lemas. Maka saya putuskan untuk berbaring, istirahat. Namun, karna efek samping obat, istirahat saya terganggu karna harus ke kamar mandi. Menjelang tengah malam, badan saya semakin lemas disertai demam tinggi, perlahan saya tak sanggup untuk melakukan apapun. Teringkuh di ranjang, kepala saya sakit bukan kepalang, badan saya gemetar berkeringat, nafas saya mulai sedikit sesak, saat itu saya benar-benar merasa tersiksa, tak ada apapun yang bisa saya lakukan, hanya dapat berdoa pada Tuhan yang maha kuasa, meminta pertolongannya.

Lewat tengah malam, saya tersadar oleh dia yang terkejut dengan keadaan saya. Panas tinggi, terlalu tinggi hingga dia sesegera mungkin mencari obat untuk saya. Dia pergi ke kamarnya, mengambil obat dan kompres penurun panas. Namun, demam saya tak kunjung mereda, maka dia kembali keluar mencari es batu. Kembali dengan es batu yang diselimuti es, dia meletakannya di bawah kepala saya. Perlahan demam saya turun, saya tertidur.

Sehari setelahnya, saya baru tahu bahwa es batu tersebut dia congkel dari freezer lemari esnya. Yang buruknya, saat mencongkel tersebut dia tak hati-hati, kemudian malah merusak lemari es itu sendiri. Saya sungguh merasa tak enak hati, pasalnya dia mencongkel es tersebut untuk saya. Karna keadaan saya semalam, saya seharian di kamar, istirahat. Dia pergi bermain bersama temannya, kembali ke kamar saya pada malam hari dengan semangkuk bubur buatannya. Romantis? tidak juga, dia datang kelewat malam yang kemudian membuat saya tak begitu selera untuk makan. hahaha.

No comments:

Post a Comment