Friday, July 29, 2016

Makin Jatuh Cinta

Berawal saat meminta saya menemaninya mengurus urusan di bank. Sebenarnya ini urusan yang sudah harus diurus lama, namun ternyata dia mengulur-ngulurnya. Oleh karenanya, saya mengiyakan permintaannya, kami pun segera pergi ke bank cabang setempat. 

Sampai di bank cabang, ternyata urusan yang mau diurus dia tak bisa diproses di sana, kami diarahkan ke bank cabang bank lain yang notabenenya lebih besar. Kami kesana naik bajaj ala negara negeri bambu! Hal ini karna saya menatap kendaraan itu agak lama, dia kemudian spontan mengajak saya menaikinya. Well, bajaj ini gak seberisik bajaj Jakarta, karna pada dasarnya bermesin motor. 

Sampai di bank cabang kedua ini, ternyata juga tak dapat diproses. Kami kembali dioper ke bank yang lebih besar. Kali ini kami kesana naik ojek! Hahaha. Jenis kendaraan yang laing saya hindari sebenarnya, namun karna mengejar waktu ya saya mengiyakan. 

Dan benar saja, bank ini lebih besar, dengan costumer service yang lebih banyak. Dia segera mendaftar, mengurus urusan yang dia perlukan. Saya mengambil posisi paling nyaman, di dekat ac. Kira-kira satu setengah jam berlalu, urusan di bank selesai, persis sebelum bank tersebut ditutup. Kami pun mulai berjalan kembali ke asrama. 

Namun, di dekat bangunan bank tersebut terdapat supermarket ternama yang cukup besar. Dia mengidekan saya untuk mampir sebentar, saya mengiyakan. Kami langsung asik berkeliling mengitari rak-rak di dalam sana. Niatnya hanya mampir, tapi berujung belanja makanan. Pasalnya supermarket tersebut cukup besar, banyak barang yang tak bisa saya temui di tempat lain, dan juga perut saya mulai lapar. Kami berakhir dengan belanjaan yang cukup banyak. yang dikeesokan harinya saya sadari bahwa saya hanya buang-buang uang.

Saat keluar supermarket, saya sadar bahwa saya familiar dengan jalan kecil di dekatnya. Memiliki pemikiran yang sama, kami akhirnya berjalan kaki menuju asrama. Sebenarnya jaraknya tidak dekat, hanya saja terasa lebih menyenangkan jika ditempuh berjalan kaki. Sesekali mampir membeli jajanan yang belum pernah saya atau dia coba, kemudian mencicipinya. Mengobrol tentang apa saja yang kami lihat. Saat itu saya merasa semakin jatuh cinta, karna kami dapat melakukan sesuatu yang sederhana tanpa merasa canggung satu sama lain. Ya, saya bahagia.

No comments:

Post a Comment