Sunday, July 24, 2016

Saya dan Dia hanya Teman

Kembali saat saya baru mengenalnya.

Saat itu saya hanya melihatnya sekilas dari dapur umum di asrama kami. Ada perasaan yang tak biasa saat melihatnya, namun saya acuhkan, karna mengenalnyapun saya tidak. Namun kemudian kami menjadi kenalan yang cukup dekat, belum sebagai teman. Karna saya merasa tak pernah berbicara atau mengobrol dengannya sebagai teman. Hubungan kami hanya sebatas, saya mengenal dia, dia mengenal saya, kita bermain bersama teman-teman lainnya.

Dia menghubungi saya beberapa kali, namun untuk menjaga perasaan teman saya lainnya, tak sedikitmu maksud saya untuk mendekatinya. Hanya membalas sekenanya, dan saya menyesal sekarang karenanya. Dia kemudian menjauh, dikabarkan dekat dengan gadis lainnya.

Saya mulai berteman dengannya, saat teman saya yang lainnya memiliki hubungan dekat dengan dia. Dekat, sangat dekat. Cemburu? tidak. Dia belum siapa-siapa untuk saya. Saat itu situasi teman-teman tidak baik, dan saya memilih netral, berteman dengan siapa saja. 

Semester kedua dimulai, teman saya yang dekat denganya sudah meninggalkan sekolah. Saya pun merasa kehilangan teman saya itu. Beberapa teman yang lain lebih suka berkumpul di kamar, mengobrol sampai malam. Kamar saya agak jauh, dan melalukan obrolan dengan orang yang sama terus menerus, ujungnya membosankan. Saya sempat dekat dengan pria lain, asal Thailand, pergi pulang sekolah bersama dan makan bersama, bahkan ulang tahun kami pun sama. Namun dia punya pacar, dan saya tak mengganggunya. Semester itu, ketika ulang tahunnya, pacarnya datang dan menetap sampai akhir semester. 

Beberapa hari setelah ulang tahun, saya merasa sangat bosan. Dia mengajak saya dan teman-teman mengobrol diluar. Saya mengiyakan setelah disetujui yang lainnya. Namun, tiba-tiba mereka asik sendiri dengan rencana liburan mereka ke Shanghai. Terlanjur mengiyakan, saya pergi sendiri ke tempat dia dan teman jepangnya di luar, ikut bergabung bersama mereka. Tak disangka temannya hanya mau kembali ke asrama, dan dia mengajak untuk kami berdua melanjutkan obrolan. Kamipun mengobrol, pertama kalinya saya mengobrol dengannya, berdua, tanpa teman-teman yang biasa pergi main bersama kami. Banyak hal yang kami bicarakan. Saya bahkan tak mengerti bagaimana saya bisa bertahan mengobrol dengannya sampai hampir pagi! hahaha

No comments:

Post a Comment